Kategori: Berita

  • PPII Sulsel Gelar Workshop AI dan Asesmen STEM-PjBL Berorientasi Education for Sustainable Development bagi Guru IPA Takalar

    Makassar — Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Wilayah Sulawesi Selatan bersama Jurusan Pendidikan IPA Universitas Negeri Makassar (UNM), bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Takalar, menyelenggarakan kegiatan penguatan kompetensi guru IPA di UPT SMP Negeri 2 Takalar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 46 guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kabupaten Takalar. Program diarahkan pada penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan asesmen pembelajaran, memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta mengembangkan media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran IPA.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PPII Wilayah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. Ramlawati, M.Si., dan Ketua MGMP IPA Kabupaten Takalar, Rusdianto, S.Pd., M.Sc. Kolaborasi antara PPII Sulsel, Jurusan Pendidikan IPA UNM, dan MGMP IPA Kabupaten Takalar menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata guru dalam pembelajaran IPA di sekolah. Penguatan kompetensi peserta dilaksanakan melalui tiga materi utama. Materi pertama mengangkat Penguatan Kompetensi Guru MGMP IPA SMP Kabupaten Takalar dalam Pengembangan Instrumen Asesmen STEM-PjBL Berorientasi Education for Sustainable Development. Materi ini berfokus pada pengembangan kemampuan guru dalam merancang instrumen asesmen yang selaras dengan karakteristik pembelajaran STEM berbasis proyek sekaligus mengintegrasikan orientasi pembangunan berkelanjutan.

    Melalui materi tersebut, peserta memperoleh penguatan tidak hanya mengenai keterkaitan STEM, Project-Based Learning, dan Education for Sustainable Development, tetapi juga bagaimana keterkaitan tersebut diterjemahkan ke dalam instrumen asesmen yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Dengan demikian, asesmen tidak berhenti pada penilaian produk akhir proyek, tetapi juga mempertimbangkan proses dan kompetensi yang berkembang selama pembelajaran. Materi kedua membahas Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembuatan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kompetensi Guru IPA Kabupaten Takalar. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan multimedia interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA.

    Pemanfaatan AI dalam konteks tersebut ditempatkan sebagai perangkat pendukung kreativitas dan produktivitas guru. Teknologi tidak digunakan sebagai pengganti peran pedagogis guru, melainkan sebagai alat yang dapat membantu proses perancangan, pengembangan, dan penyajian materi pembelajaran secara lebih interaktif sesuai dengan tujuan dan karakteristik pembelajaran IPA. Materi ketiga secara lebih spesifik memberikan Pelatihan Penggunaan Gemini AI sebagai Media Pembelajaran Inovatif bagi MGMP IPA Kabupaten Takalar. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengenali dan memanfaatkan Gemini AI untuk mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran.

    Ketiga materi tersebut dilaksanakan melalui pemaparan, diskusi, praktik, dan pendampingan. Pola ini memberikan kesempatan kepada peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mencoba penerapannya serta mendiskusikan kemungkinan penggunaannya sesuai dengan kondisi pembelajaran di sekolah masing-masing. Selain sebagai bentuk penguatan kompetensi profesional guru, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PPII Wilayah Sulawesi Selatan memperkenalkan dan memperluas kiprah organisasi di tengah komunitas pendidik IPA di daerah. Kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan guru menjadi salah satu cara PPII Sulsel membangun jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan MGMP dan komunitas pendidik IPA di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

    Melalui kolaborasi tersebut, PPII Sulsel berupaya memperkuat perannya sebagai wadah profesi dan keilmuan yang mempertemukan guru, dosen, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan IPA. Kehadiran PPII di daerah tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas organisasi, tetapi juga melalui kegiatan akademik dan pengembangan profesional yang relevan dengan kebutuhan pendidik. Kerja sama dengan Jurusan Pendidikan IPA UNM dan MGMP IPA Kabupaten Takalar juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam merespons perkembangan pendidikan sains. Perkembangan AI, kebutuhan terhadap media pembelajaran yang semakin interaktif, serta tuntutan asesmen yang mampu mengakomodasi pembelajaran berbasis proyek dan isu keberlanjutan menjadi tantangan yang membutuhkan ruang belajar dan kolaborasi secara berkelanjutan.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk terus mengembangkan kompetensi guru IPA dalam memanfaatkan teknologi secara tepat sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran dan asesmen. Melalui pendekatan tersebut, inovasi teknologi tetap ditempatkan dalam kerangka pedagogis yang kuat dan diarahkan untuk mendukung pembelajaran IPA yang kontekstual, relevan, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

  • PPII Sulsel Perkuat Gagasan Pembelajaran IPA Berkelanjutan melalui Green Chemistry

    Makassar — Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Wilayah Sulawesi Selatan memperkuat gagasan pembelajaran IPA berkelanjutan melalui partisipasi salah satu anggotanya, Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber pada Seminar Nasional Pendidikan IPA VII Tahun 2026, Sabtu (5/9/2026).

    Seminar yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar tersebut mengusung tema “Science Edutech for Sustainability: Ekosistem Digital Pembelajaran IPA yang Transformatif dan Berdampak.” Selain Jusniar, seminar menghadirkan Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr. Ari Syahidul S., M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret. Sambutan pembuka disampaikan Dr. Khaeruddin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FMIPA UNM.

    Dalam seminar tersebut, Prof. Jusniar membawakan materi “Integrasi Prinsip Green Chemistry dalam Pembelajaran IPA sebagai Optimalisasi Kepekaan Lingkungan Siswa.” Ia menyoroti pentingnya mengintegrasikan prinsip kimia hijau dalam pembelajaran IPA untuk membangun kepekaan peserta didik terhadap persoalan lingkungan. Prof. Jusniar menjelaskan, green chemistry menempatkan pencegahan sebagai prinsip utama melalui pendekatan “prevent, not treat”, yakni mencegah pencemaran sejak dari sumbernya. Pendekatan ini menekankan perancangan produk dan proses kimia yang dapat mengurangi penggunaan maupun pembentukan zat berbahaya.

    Dalam pembelajaran, prinsip tersebut dapat diterapkan melalui pencegahan limbah, penggunaan bahan yang lebih aman, efisiensi energi, pemanfaatan bahan terbarukan, serta pencegahan kecelakaan di laboratorium. Penerapannya dapat dikaitkan dengan berbagai persoalan nyata, seperti penggunaan bioplastik, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, pemanfaatan surfaktan nabati, dan penggunaan indikator alami. Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari pembelajaran kimia hijau. Jusniar memaparkan penggunaan simulasi laboratorium seperti PhET dan ChemCollective, e-portofolio digital, Learning Management System seperti Google Classroom dan Moodle, serta video edukasi bertema Green Chemistry for Sustainability.

    Menurut Prof. Jusniar, pembelajaran kimia hijau tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kepekaan lingkungan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan, serta mendorong siswa menyelesaikan persoalan nyata secara kreatif. Keterlibatan Prof. Jusniar dalam seminar tersebut menjadi bagian dari kontribusi PPII Wilayah Sulawesi Selatan dalam pengembangan pembelajaran IPA yang responsif terhadap isu keberlanjutan dan perkembangan teknologi pendidikan. Menutup pemaparannya, Jusniar menyampaikan pesan tentang pentingnya orientasi keberlanjutan dalam pendidikan. “Dengan pendidikan berorientasi kimia hijau, kita tidak hanya mengajar ilmu, namun kita menanam masa depan menuju dunia yang lestari.”

  • PPII Sulsel dan Jurusan Pendidikan IPA UNM Sukses Gelar Semnas IPA VII 2026

    Makassar — Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Wilayah Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Makassar sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan IPA VII Tahun 2026, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini mencatat 435 pendaftar, terdiri atas 347 peserta dan 88 pemakalah dari 19 institusi di berbagai wilayah Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ketujuh, seminar tahun ini mengusung tema “Science Edutech for Sustainability: Ekosistem Digital Pembelajaran IPA yang Transformatif dan Berdampak.” Tema tersebut merespons perubahan cara peserta didik memperoleh informasi dan belajar di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

    Ketua Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM sekaligus Ketua PPII Wilayah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. Ramlawati, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak cukup dimaknai sebagai pemindahan pembelajaran ke ruang digital. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang lebih bermakna, relevan, serta memberi dampak berkelanjutan.

    Seminar menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi berbeda, yakni Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta yang juga merupakan anggota PPII Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ari Syahidul Shidiq, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, serta Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar yang merupakan anggota PPII Wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan diawali dengan opening speech oleh Dr. Khaeruddin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan FMIPA UNM.

    Prof. Insih Wilujeng membawakan materi “Digital Learning Ecosystem dalam Pembelajaran IPA di Era AI untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).” Paparannya menekankan bahwa ekosistem pembelajaran digital bukan sekadar penggunaan berbagai perangkat teknologi, tetapi sistem yang menghubungkan pendidik, peserta didik, teknologi, sumber belajar, data, dan konteks pembelajaran. Dalam ekosistem tersebut, kecerdasan artifisial ditempatkan sebagai mitra belajar dan berpikir yang mendukung proses inkuiri serta argumentasi ilmiah, bukan sebagai pengganti peran guru.

    Sementara itu, Dr. Ari Syahidul Shidiq mengangkat materi “Implementasi Koding dan Kecerdasan Artificial (KKA) dalam Pembelajaran IPA.” Materi tersebut mengulas peluang pemanfaatan koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran IPA sekaligus pentingnya menyiapkan peserta didik dengan literasi digital dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

    Prof. Jusniar membahas “Integrasi Prinsip Green Chemistry dalam Pembelajaran IPA sebagai Optimalisasi Kepekaan Lingkungan Siswa.” Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip kimia hijau dalam pembelajaran untuk membangun kepekaan lingkungan, kepedulian terhadap keberlanjutan, serta kemampuan peserta didik menyelesaikan persoalan nyata secara kreatif.

    Rangkaian materi ketiga narasumber mempertemukan tiga isu yang saling berkaitan dalam perkembangan pendidikan IPA saat ini, yakni ekosistem pembelajaran digital, koding dan kecerdasan artifisial, serta pendidikan berorientasi keberlanjutan. Seminar juga menjadi ruang bagi pemakalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai daerah.

    Menurut Prof. Ramlawati, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PPII Sulawesi Selatan untuk hadir melalui program yang membangun jejaring, meningkatkan kapasitas pendidik IPA, serta mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan di lapangan. Sebelumnya, PPII Sulsel bersama mitra juga telah melaksanakan workshop bagi sekitar 50 guru MGMP IPA Kabupaten Takalar yang mengangkat pembelajaran berbasis AI, asesmen STEM-PjBL, dan Education for Sustainable Development.

    Melalui Seminar Nasional Pendidikan IPA VII 2026, PPII Sulsel dan Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM terus memperkuat kolaborasi akademik sekaligus memperluas jejaring antarpendidik, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan IPA. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mendorong lahirnya praktik pembelajaran dan kolaborasi baru yang memberi dampak nyata bagi pengembangan pendidikan IPA di Indonesia. []

  • Reportase Kegiatan PPII di Kabupaten Maros

    Reportase Kegiatan PPII di Kabupaten Maros

    Maros, 20 Februari 2025 – Perhimpunan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Wilayah Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis IT” bagi guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Maros. Acara ini diadakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar-mengajar.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Februari 2025 ini dihadiri oleh puluhan guru IPA dari berbagai sekolah di Kabupaten Maros serta sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan yang menjadi pemateri dalam pelatihan. Peserta pelatihan sebanyak 48 orang. Sambutan dibawakan oleh Dr. Hj. Ramlawati M.Si selaku ketua PPII Sulawesi Selatan, dan dilanjutkan sambutan oleh ketua MGMP IPA Kabupaten Maros Ainun Najib S.Pd dan Acara dibuka oleh bapak pengawas Dr. Jabaruddin M.Pd yang menyampaikan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Beliau menekankan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis IT dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memotivasi siswa dalam memahami konsep-konsep IPA secara lebih interaktif

    Selanjutnya, kegiatan ini diisi dengan beberapa sesi pelatihan yaitu

    1. Pemanfaatan Teknologi Augmnted Reality dibawakan oleh Irwandi Rahmat S.Pd. M. Ed dan Tim
    2. Integrasi Teknologi Animasi dalam Pembelajaran IPA dibawakan oleh A.Afrina Ramadhani Hatta S.Pd., M.Pd dan Tim
    3. Pelatihan Pembuatab Micromodul berbasis Discovery Learning diabawaakn oleh Nur Indah Sari S.Pd.M.Pd
    4. Transformasi Pembelajaran IPA: Wokshop Penerapan Arduino  Uno dibawakan oleh Arie Arma Arsyad  S.Pd.M.P dan Tim

    Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mencoba langsung pembuatan media pembelajaran interaktif. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran dan berharap agar pelatihan serupa dapat diadakan kembali.  Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru IPA di Kabupaten Maros dapat mengimplementasikan media pembelajaran berbasis IT di kelas mereka, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan IPA di Sulawesi Selatan.

    Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi (pemberian post test), di mana peserta memberikan masukan mengenai manfaat yang diperoleh serta harapan untuk pelatihan lanjutan di masa mendatang. Para pengurus dan anggota PPII yang terlibat dalam kegiatan ini  menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. Dengan terselenggaranya kegiatan Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis IT ini, Perhimpunan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Wilayah Sulawesi Selatan semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung inovasi pembelajaran di bidang IPA, khususnya bagi para guru di Kabupaten Maros.[]

  • Workshop Peningkatan Kompetensi Guru IPA

    Workshop Peningkatan Kompetensi Guru IPA

    Hari Kamis 16 Februari 2023. Sebagai salah satu Program kerja PPII Wilayah Sulawesi Selatan di Tahun 2023. PPII Bekerjasama dengan MGMP IPA Kabupaten Maros dan Prodi Pendidikan IPA UNM melaksanakan Workshop peningkatan Kompetensi Guru melalui Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros Andi Patiroi S.Pd., Ketua MGMP IPA Dahniar, S.Pd.,M.Pd., dan Ketua PPII Wilayah Sulsesl DR. Ramlawati, M.Pd bersama Tim PPII dan Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNM

    Workshop ini di bagi kedalam 3 Bahagian. yang pertama Workshop pengembangan Perangkat Pembelajaran Projek Base Learning (PJBL). Bahagian kedua adalah Workshop Pembuatan Soysya untuk menunjang kompetensi dasar materi IPA kelas IX dan bahagian yang ketiga adalah Worshop penggunaan KIT OPTIK